Tampilkan postingan dengan label Bahan Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Herbal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2015

Temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. syn. Curcuma rotunda L., B. pandurata (Roxb.) Schlechter, Kaempferia pandurata Roxb.) adalah sejenis rempah-rempah yang rimpangnya dipakai sebagai bumbu dalam masakan Asia Tenggara. Bentuk temu kunci agak berbeda dengan temu-temuan yang lain karena tumbuhnya yang vertikal ke bawah.

Rimpang temu kunci berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan. Daunnya diketahui memiliki efek antiracun.

Di Thailand temu ini dikenal dengan nama krachai, sementara pustaka Inggris menyebutnya fingerroot atau chinese ginger. Dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai ao chun jiang.





Manfaat Temukunci:

1. Obat panas dalam,

10 gram temu kunci yang dipotong-potong, 25 gram daun kumis kucing segar, dan 20 gram daun sosor bebek segar, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc, lakukan dua kali sehari. Mengatasi tuberkulosis, 15 gram temu kunci dan 4 gram biji pinang dihaluskan lalu ditambahkan 200 cc air masak, kemudian disaring dan diminum airnya.
2. Penambah stamina

Campurkan empat rimpang temu kunci seukuran jari dengan 500 gr temu lawak. Setelah ditumbuk, dicampur air, lalu peras. Agar tidak terlalu hambar, air perasannya dapat ditambah sedikit madu, diminum segelas sehari.
3. Perangsang ASI

Ambil 20 gram temu kunci (kurang lebih 6 rimpang), dipotong kecil-kecil, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring dan diminum sekaligus.
4. Bersih siri setelah bersalin

Caranya, campur 4 rimpang temu kunci seukuran jari dengan 50 gr temu lawak. Kemudian ditumbuk dan dicampur air untuk diambil sarinya. Agar tidak telalu hambar dapat ditambahkan sedikit madu, dan selanjutnya diminum segelas setiap hari.

Konsumsi jamu temu kunci ini dianjurkan minggu pertama pasca melahirkan. Manfaat temu kunci ini dapat mengembalikan stamina dan kebugaran tubuh ini, seperti pati, saponin, dan flavonoid.
5. Antimikroba

Untuk membuktikan manfaatnya bagi kesehatan, kunci telah menarik perhatian bagi kalangan akademis di negeri ini untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Diantaranya dengan melakukan uji coba terhadap ekstrak temu kunci sebagai antimikroba.
6. Ramuan Si Bumbu Sayur

Bila Mendengar kata temu kunci, maka orang langsung tertuju pada ramuan sayur bening, Untuk mengolah masakan yang terdiri dari bayam, jagung muda, dan tomat ini, temu kunci memang lazim sebagai salah satu bumbunya. Jika lupa, bisa jadi sayur bening itu akan kehilangan rasanya yang khas dan kesegarannya.

Kemasan: 100 gram (rimpang temukunci/temu kunci kering dalam plastik)

Temu kunci (Boesenbergia rotunda (L.) Mansf. syn. Curcuma rotunda L., B. pandurata (Roxb.) Schlechter, Kaempferia pandurata Roxb.) adalah sejenis rempah-rempah yang rimpangnya dipakai sebagai bumbu dalam masakan Asia Tenggara. Bentuk temu kunci agak berbeda dengan temu-temuan yang lain karena tumbuhnya yang vertikal ke bawah.

Rimpang temu kunci berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan. Daunnya diketahui memiliki efek antiracun.

Di Thailand temu ini dikenal dengan nama krachai, sementara pustaka Inggris menyebutnya fingerroot atau chinese ginger. Dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai ao chun jiang.





Manfaat Temukunci:

1. Obat panas dalam,

10 gram temu kunci yang dipotong-potong, 25 gram daun kumis kucing segar, dan 20 gram daun sosor bebek segar, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc, lakukan dua kali sehari. Mengatasi tuberkulosis, 15 gram temu kunci dan 4 gram biji pinang dihaluskan lalu ditambahkan 200 cc air masak, kemudian disaring dan diminum airnya.
2. Penambah stamina

Campurkan empat rimpang temu kunci seukuran jari dengan 500 gr temu lawak. Setelah ditumbuk, dicampur air, lalu peras. Agar tidak terlalu hambar, air perasannya dapat ditambah sedikit madu, diminum segelas sehari.
3. Perangsang ASI

Ambil 20 gram temu kunci (kurang lebih 6 rimpang), dipotong kecil-kecil, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring dan diminum sekaligus.
4. Bersih siri setelah bersalin

Caranya, campur 4 rimpang temu kunci seukuran jari dengan 50 gr temu lawak. Kemudian ditumbuk dan dicampur air untuk diambil sarinya. Agar tidak telalu hambar dapat ditambahkan sedikit madu, dan selanjutnya diminum segelas setiap hari.

Konsumsi jamu temu kunci ini dianjurkan minggu pertama pasca melahirkan. Manfaat temu kunci ini dapat mengembalikan stamina dan kebugaran tubuh ini, seperti pati, saponin, dan flavonoid.
5. Antimikroba

Untuk membuktikan manfaatnya bagi kesehatan, kunci telah menarik perhatian bagi kalangan akademis di negeri ini untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Diantaranya dengan melakukan uji coba terhadap ekstrak temu kunci sebagai antimikroba.
6. Ramuan Si Bumbu Sayur

Bila Mendengar kata temu kunci, maka orang langsung tertuju pada ramuan sayur bening, Untuk mengolah masakan yang terdiri dari bayam, jagung muda, dan tomat ini, temu kunci memang lazim sebagai salah satu bumbunya. Jika lupa, bisa jadi sayur bening itu akan kehilangan rasanya yang khas dan kesegarannya.

Kemasan: 100 gram (rimpang temukunci/temu kunci kering dalam plastik)

Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Manfaat Temulawak:
Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temu lawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, antiinflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba.

Kemasan: 100 gram (rimpang temulawak kering dalam plastik)
Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Manfaat Temulawak:
Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temu lawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, antiinflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba.

Kemasan: 100 gram (rimpang temulawak kering dalam plastik)
Bratawali, brotowali, atau akar aliali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hoff.f.; juga T. cordifolia (Thunb.) Miers dan T. rumphii Boerl.) adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Di Indonesia, selain dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, putrawali atau daun gadel. Klasifikasi dari tanaman ini termasuk kedalam famili tanaman Menispermaceae. Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).

Manfaat:
Tanaman Bratawali merupakan tanaman obat yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang memiliki banyak manfaat dalam kesehatan terutama dalam penyembuhan berbagai penyakit dalam maupun luar. Pemanfaatan dari tanaman Bratawali ini banyak terdapat pada bagian batang tanaman. Biasanya bagian batang tanaman perlu direbus dahulu kemudian air rebusan batang bratawali dipakai untuk mencuci luka.

Kulit-batangnya mengandung zat-zat seperti alkaloid dan damar lunak berwarna kuning sedang akarnya mengandung zat berberin dan kolumbin. Kandungan alkaloid berberina berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Zat pahit pikroretin dapat merangsang kerja urat saraf sehingga alat pernapasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas. Selain sebagai obat, bratawali juga berfungsi sebagai penambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula dalam darah, sebagaimana penemuan pada abad ke-20. Sebagai obat, bratawali biasa direbus dan diminum ataupun dioleskan pada kulit untuk luka luar. Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan bratawali ialah rheumatic arthritis, rheumatik sendi, demam, demam kuning, kencing manis, malaria, diabetes, serta penyakit luar seperti memar, kudis, dan luka.

Kemasan: 100 gram (batang bratawali/brotowali kering dalam plastik)
Bratawali, brotowali, atau akar aliali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hoff.f.; juga T. cordifolia (Thunb.) Miers dan T. rumphii Boerl.) adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Di Indonesia, selain dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, putrawali atau daun gadel. Klasifikasi dari tanaman ini termasuk kedalam famili tanaman Menispermaceae. Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).

Manfaat:
Tanaman Bratawali merupakan tanaman obat yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional yang memiliki banyak manfaat dalam kesehatan terutama dalam penyembuhan berbagai penyakit dalam maupun luar. Pemanfaatan dari tanaman Bratawali ini banyak terdapat pada bagian batang tanaman. Biasanya bagian batang tanaman perlu direbus dahulu kemudian air rebusan batang bratawali dipakai untuk mencuci luka.

Kulit-batangnya mengandung zat-zat seperti alkaloid dan damar lunak berwarna kuning sedang akarnya mengandung zat berberin dan kolumbin. Kandungan alkaloid berberina berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Zat pahit pikroretin dapat merangsang kerja urat saraf sehingga alat pernapasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas. Selain sebagai obat, bratawali juga berfungsi sebagai penambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula dalam darah, sebagaimana penemuan pada abad ke-20. Sebagai obat, bratawali biasa direbus dan diminum ataupun dioleskan pada kulit untuk luka luar. Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan bratawali ialah rheumatic arthritis, rheumatik sendi, demam, demam kuning, kencing manis, malaria, diabetes, serta penyakit luar seperti memar, kudis, dan luka.

Kemasan: 100 gram (batang bratawali/brotowali kering dalam plastik)
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Juga kapurnya mebuat pengerutan gusi (periodentitis) yang dapat membuat gigi tanggal, walaupun daun sirihnya yang mengandung antiseptik pencegah gigi berlubang.

Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.

Di Indonesia, sirih merupakan flora khas provinsi Kepulauan Riau. Masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit. Walaupun demikian tanaman sirih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias.




 Kandungan dan Manfaat Sirih Hijau:
Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.

Kemasan: 100 gram (daun sirih hijau kering dalam plastik)

Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Juga kapurnya mebuat pengerutan gusi (periodentitis) yang dapat membuat gigi tanggal, walaupun daun sirihnya yang mengandung antiseptik pencegah gigi berlubang.

Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.

Di Indonesia, sirih merupakan flora khas provinsi Kepulauan Riau. Masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit. Walaupun demikian tanaman sirih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias.




 Kandungan dan Manfaat Sirih Hijau:
Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.

Kemasan: 100 gram (daun sirih hijau kering dalam plastik)

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.

Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit (misalnya keloid), gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).
  
Manfaat pegagan:
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU Dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.

Kemasan: 100 gram (daun pegagan kering dalam plastik)

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.

Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit (misalnya keloid), gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).
  
Manfaat pegagan:
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU Dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.

Kemasan: 100 gram (daun pegagan kering dalam plastik)

Binahong (bahasa Latin: Bassela rubra linn, bahasa Inggris: Heartleaf maderavine madevine, bahasa Tionghoa: Deng san chi) adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dan mempunyai banyak khasiat dalam meyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Tanaman ini sudah lama ada di Indonesia tetapi baru akhir-akhir ini saja menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk dijadikan obat alami untuk menyembuhkan atau mengurangi beberapa penyakit ringan maupun berat.

Manfaat Daun Binahong:

Air rebusan daun binahong banyak sekali digunakan untuk pengobatan berbagai penyembuhan, diantaranya:

    Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, melahirkan, khitan, radang usus.

    Melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah.

    Mencegah stroke.

    Mencegah tumor dan kanker.

    Mencegah Rheumatik, flu tulang dan sakit persendian.

    Menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh.

    Wasir (ambeien)

    Melancarkan buang air kecil, buang air besar.

    Diabetes.

    Sariawan berat.

    Pusing-pusing.

    Sakit perut.

    Mimisan.

    Gatal-gatal.

    Penghangat badan.

    Pegal pegal.

    Kolestrol.

    Maag dan asam urat.

    Menghilangkan jerawat pada wajah dengan pemakaian seperti masker.

Kemasan: 100 gram (daun binahong kering dalam plastik)
Binahong (bahasa Latin: Bassela rubra linn, bahasa Inggris: Heartleaf maderavine madevine, bahasa Tionghoa: Deng san chi) adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dan mempunyai banyak khasiat dalam meyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Tanaman ini sudah lama ada di Indonesia tetapi baru akhir-akhir ini saja menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk dijadikan obat alami untuk menyembuhkan atau mengurangi beberapa penyakit ringan maupun berat.

Manfaat Daun Binahong:

Air rebusan daun binahong banyak sekali digunakan untuk pengobatan berbagai penyembuhan, diantaranya:

    Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, melahirkan, khitan, radang usus.

    Melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah.

    Mencegah stroke.

    Mencegah tumor dan kanker.

    Mencegah Rheumatik, flu tulang dan sakit persendian.

    Menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh.

    Wasir (ambeien)

    Melancarkan buang air kecil, buang air besar.

    Diabetes.

    Sariawan berat.

    Pusing-pusing.

    Sakit perut.

    Mimisan.

    Gatal-gatal.

    Penghangat badan.

    Pegal pegal.

    Kolestrol.

    Maag dan asam urat.

    Menghilangkan jerawat pada wajah dengan pemakaian seperti masker.

Kemasan: 100 gram (daun binahong kering dalam plastik)
Daun alpukat selain sebagai obat untuk mengatasi hipertensi, juga manjur sebagai obat antihiperlipidemia. Hiperlipidemia merupakan kondisi dimana pada jalur pembuluh darah terjadi penyumbatan. Hal ini terjadi karena hiperlpidemia merupakan salah satu pemicu serangan jantung yang terjadi diakibatkan kolesterol mengendap sebagai plak yang kemudian luruh sehingga terjadi penyumbatan. Hiperlipidemia dan hipertensi adalah penyakit yang mengakibatkan kematian paling tinggi untuk saat ini.




Manfaat Daun Alpukad:
  • Membantu Mengobati Darah Tinggi Dan Sakit Kepala
  • Membantu mengobati kencing batu
  • Membantu mengobati nyeri syaraf dan neri lambung
  • Membantu mengobati mengobati ketika menstruasi tidak teratur

Kemasan: 100 gram (daun alpukad/avocad/apokad kering dalam plastik)
Daun alpukat selain sebagai obat untuk mengatasi hipertensi, juga manjur sebagai obat antihiperlipidemia. Hiperlipidemia merupakan kondisi dimana pada jalur pembuluh darah terjadi penyumbatan. Hal ini terjadi karena hiperlpidemia merupakan salah satu pemicu serangan jantung yang terjadi diakibatkan kolesterol mengendap sebagai plak yang kemudian luruh sehingga terjadi penyumbatan. Hiperlipidemia dan hipertensi adalah penyakit yang mengakibatkan kematian paling tinggi untuk saat ini.




Manfaat Daun Alpukad:
  • Membantu Mengobati Darah Tinggi Dan Sakit Kepala
  • Membantu mengobati kencing batu
  • Membantu mengobati nyeri syaraf dan neri lambung
  • Membantu mengobati mengobati ketika menstruasi tidak teratur

Kemasan: 100 gram (daun alpukad/avocad/apokad kering dalam plastik)
Alang-alang atau  ilalang adalah sejenis rumput yang memiliki daun tajam, masyarakat awam sering kali menanggap alang alang  sebagai tumbuhan pengganggu di lahan pertanian.

Berdasarkan Hasil penelitian ilmuwan tentang alang alang  menyebutkan bahwa terdapat sejumlah kandungan yang bermafaat seperti  mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol, yang dapat dipergunakan untuk menurunkan demam, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing nanah), hepatitis, infeksi ginjal.

Selain itu juga ternyata alang-alang juga berkhasiat sebagai obat untuk berbagai gangguan kesehatan tubuh, seperti: batu ginjal, kencing batu, batu empedu, buang air kecil tidak lancar atau terus-menerus, air kemih mengandung darah, prostat, keputihan, batuk rejan, batuk darah, mimisan, pendarahan pada wanita, demam, campak, radang hati, hepatitis, tekanan darah tinggi, urat syaraf melemah, asma, radang paru-paru, jantung koroner, gangguan pencernaan, diare, dll.


Manfat Akar Alang-Alang:
  • Membantu Mengobati Hepatitis Akut Menular
  • Membantu mengobati kencing berdarah
  • Membantu mengobati kencing nanah
  • Membantu mengobati muntah darah
  • Membantu mengobati mimisan
  • Membantu mengobati radang ginjal

Cara Penggunaan:Cuci bersih 10 gram akar alang-alang kering, rebus potongan akar dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Kemasan:
100 gram (akar alang-alang kering dalam plastik)


Alang-alang atau  ilalang adalah sejenis rumput yang memiliki daun tajam, masyarakat awam sering kali menanggap alang alang  sebagai tumbuhan pengganggu di lahan pertanian.

Berdasarkan Hasil penelitian ilmuwan tentang alang alang  menyebutkan bahwa terdapat sejumlah kandungan yang bermafaat seperti  mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol, yang dapat dipergunakan untuk menurunkan demam, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing nanah), hepatitis, infeksi ginjal.

Selain itu juga ternyata alang-alang juga berkhasiat sebagai obat untuk berbagai gangguan kesehatan tubuh, seperti: batu ginjal, kencing batu, batu empedu, buang air kecil tidak lancar atau terus-menerus, air kemih mengandung darah, prostat, keputihan, batuk rejan, batuk darah, mimisan, pendarahan pada wanita, demam, campak, radang hati, hepatitis, tekanan darah tinggi, urat syaraf melemah, asma, radang paru-paru, jantung koroner, gangguan pencernaan, diare, dll.


Manfat Akar Alang-Alang:
  • Membantu Mengobati Hepatitis Akut Menular
  • Membantu mengobati kencing berdarah
  • Membantu mengobati kencing nanah
  • Membantu mengobati muntah darah
  • Membantu mengobati mimisan
  • Membantu mengobati radang ginjal

Cara Penggunaan:Cuci bersih 10 gram akar alang-alang kering, rebus potongan akar dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Kemasan:
100 gram (akar alang-alang kering dalam plastik)


Daun bidara dikenal karena keampuhannya sebagai pelengkap terapi gangguan jin dan ilmu sihir. Selain itu daun bidara pun dikenal sebagai herbal terutama bagi masalah-masalah kesehatan terkait kulit.
Bidara adalah nama tumbuhan berperawakan pohon atau perdu menyemak dari famili Rhamnaceae. Nama latin tanaman ini adalah Ziziphus mauritiana Lam. yang mempunyai beberapa nama sinonim diantaranya : Paliurus mairei H. Lév., Rhamnus jujuba L., Ziziphus jujuba (L.) Gaertn., Ziziphus muratiana Maire, Ziziphus orthacantha DC., dan Ziziphus rotunda DC.
Di Indonesia, bidara dikenal dengan beberapa penyebutan yang berbeda di setiap daerah. Penyebutannya seperti widara, widoro, dara, atau doro (Jawa); widara (Sunda); bukol (Madura); bĕkul (Bali); ko (Sawu); kok (Rote); kom atau kon (Timor); bĕdara (Alor); bidara (Makassar, Bugis); rangga (Bima); serta kalangga (Sumba). Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Indian cherry, Chinee Apple, Jujube, Indian plum, atau Masau.
1. Daun Bidara Dan Memandikan Jenazah
Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”
(H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131).
2. Daun Bidara dan Wanita Haidh
‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)
3. Daun Bidara Dan Ruqyah
Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).
Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daaun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.
Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin_Nya,Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.
4. manfaat daun bidara untuk kesehatan
1. Daun bidara mengandung senyawa antibakterial, sehingga sangat efektif untuk mengobati penyakit akibat bakteri ataupun virus, seperti pilek, influenza, flu babi, flu burung dan bahkan HIV/AIDS.
2. Daun bidara mengandung senyawa antioksidan yang sangat tinggi, kandungan inilah yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan tubuh kita dari berbagai macam penyakit.
3. Daun bidara mampu mengobati penyakit lambung, antara lain tukak lambung, maag dan bahkan kanker lambung.
4. Mampu mencegah dan mengobati penyakit kardiovaskuler yang sangat berbahaya.
5. Mampu mengobati penyakit diabetes melitus, baik tipe 1, tipe 2 ataupun diebetes gestasional, karena daun bidara mengandung glikemik yang sangat rendah.

6. Daun bidara sangat berguna untuk mengobati masalah mulut, seperti sariawan, bibir pecah-pecah, gusi berdarah dan masih banyak lagi.
7. Daun bidara sangat berguna untuk mencegah dan mengobati penyakit pertumbuhan jaringan abnormal, seperti kanker, tumor, kista dan masih banyak lagi.
8. Daun bidara dengan kandungan antiseptik, maka akan sangat berguna untuk mengobati luka, baik luka baru ataupun luka yang sudah lama.
9. Daun bidara sangat berguna untuk memperbaiki sel-sel organ yang mengalami kerusakan, sehingga organ tersebut dapat bekerja secara maksimal.
10. Daun bidara yang masih muda dan segar sangat berguna untuk mengatasi masalah kewanitaan, seperti keputihan, haid tidak normal dan masih banyak lagi.
 
Kemasan: 100 gram (daun bidara kering dalam plastik)

Daun bidara dikenal karena keampuhannya sebagai pelengkap terapi gangguan jin dan ilmu sihir. Selain itu daun bidara pun dikenal sebagai herbal terutama bagi masalah-masalah kesehatan terkait kulit.
Bidara adalah nama tumbuhan berperawakan pohon atau perdu menyemak dari famili Rhamnaceae. Nama latin tanaman ini adalah Ziziphus mauritiana Lam. yang mempunyai beberapa nama sinonim diantaranya : Paliurus mairei H. Lév., Rhamnus jujuba L., Ziziphus jujuba (L.) Gaertn., Ziziphus muratiana Maire, Ziziphus orthacantha DC., dan Ziziphus rotunda DC.
Di Indonesia, bidara dikenal dengan beberapa penyebutan yang berbeda di setiap daerah. Penyebutannya seperti widara, widoro, dara, atau doro (Jawa); widara (Sunda); bukol (Madura); bĕkul (Bali); ko (Sawu); kok (Rote); kom atau kon (Timor); bĕdara (Alor); bidara (Makassar, Bugis); rangga (Bima); serta kalangga (Sumba). Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Indian cherry, Chinee Apple, Jujube, Indian plum, atau Masau.
1. Daun Bidara Dan Memandikan Jenazah
Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”
(H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131).
2. Daun Bidara dan Wanita Haidh
‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)
3. Daun Bidara Dan Ruqyah
Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).
Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daaun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.
Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin_Nya,Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.
4. manfaat daun bidara untuk kesehatan
1. Daun bidara mengandung senyawa antibakterial, sehingga sangat efektif untuk mengobati penyakit akibat bakteri ataupun virus, seperti pilek, influenza, flu babi, flu burung dan bahkan HIV/AIDS.
2. Daun bidara mengandung senyawa antioksidan yang sangat tinggi, kandungan inilah yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan tubuh kita dari berbagai macam penyakit.
3. Daun bidara mampu mengobati penyakit lambung, antara lain tukak lambung, maag dan bahkan kanker lambung.
4. Mampu mencegah dan mengobati penyakit kardiovaskuler yang sangat berbahaya.
5. Mampu mengobati penyakit diabetes melitus, baik tipe 1, tipe 2 ataupun diebetes gestasional, karena daun bidara mengandung glikemik yang sangat rendah.

6. Daun bidara sangat berguna untuk mengobati masalah mulut, seperti sariawan, bibir pecah-pecah, gusi berdarah dan masih banyak lagi.
7. Daun bidara sangat berguna untuk mencegah dan mengobati penyakit pertumbuhan jaringan abnormal, seperti kanker, tumor, kista dan masih banyak lagi.
8. Daun bidara dengan kandungan antiseptik, maka akan sangat berguna untuk mengobati luka, baik luka baru ataupun luka yang sudah lama.
9. Daun bidara sangat berguna untuk memperbaiki sel-sel organ yang mengalami kerusakan, sehingga organ tersebut dapat bekerja secara maksimal.
10. Daun bidara yang masih muda dan segar sangat berguna untuk mengatasi masalah kewanitaan, seperti keputihan, haid tidak normal dan masih banyak lagi.
 
Kemasan: 100 gram (daun bidara kering dalam plastik)

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku (Indonesia), tetapi dari sumber lain juga mengatakan buah ini berasal dari Amerika tropis. Buahnya memiliki rasa asam dan sering digunakan sebagai penyegar sirup, penyedap masakan, membersihkan noda pada kain dan barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor dan sebagai bahan obat tradisional.

Daun belimbing wuluh mengandung banyak mineral, seperti kalsium oksalat, asam format, saponin dan perosidase. Ada juga protein, serat, zat besi, vitamin C, fosfor, niacin dan masih banyak lagi. Tiap 100 gr belimbing wuluh mengandung 32 kalori energi, 7 gr karbohidrat, 0.4 gr protein, 52 mg vitamin C, 10 mg kalsium, 10 mg fostor dan 1,0 mg zat besi. 


Manfaat:
Membantu Mengobati Mengobati Jerawat
Membantu mengobati Tekanan Darah Tinggi
Membantu mengobati Obat Batuk
Membantu mengobati Diabetes
Membantu mengobati Panu
Membantu mengobati Pegal Linu
Membantu mengobati Rematik
Membantu mengobati Gondongan

Kemasan: 100 gram (daun belimbing wuluh kering dalam plastik)

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku (Indonesia), tetapi dari sumber lain juga mengatakan buah ini berasal dari Amerika tropis. Buahnya memiliki rasa asam dan sering digunakan sebagai penyegar sirup, penyedap masakan, membersihkan noda pada kain dan barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor dan sebagai bahan obat tradisional.

Daun belimbing wuluh mengandung banyak mineral, seperti kalsium oksalat, asam format, saponin dan perosidase. Ada juga protein, serat, zat besi, vitamin C, fosfor, niacin dan masih banyak lagi. Tiap 100 gr belimbing wuluh mengandung 32 kalori energi, 7 gr karbohidrat, 0.4 gr protein, 52 mg vitamin C, 10 mg kalsium, 10 mg fostor dan 1,0 mg zat besi. 


Manfaat:
Membantu Mengobati Mengobati Jerawat
Membantu mengobati Tekanan Darah Tinggi
Membantu mengobati Obat Batuk
Membantu mengobati Diabetes
Membantu mengobati Panu
Membantu mengobati Pegal Linu
Membantu mengobati Rematik
Membantu mengobati Gondongan

Kemasan: 100 gram (daun belimbing wuluh kering dalam plastik)